As-Salaamu 'alaykum akhiinaa. Ini cerita tentang ROHIS masalah semangat dan konflik didalamnya. niiiiiit.
Suatu saat dimana ane disodorkan angket ekskur sekolah kami, tertujulah mata pada ROHIS. Awalnya lihat di Gebyar Ekskur, ROHIS menunjukkan performa marawisnya, ane pikir itu memang cukup menjadi simbol keROHISan. hehe.
Awal masuk ROHIS ada yang namanya Grand Opening, suasana terasa ramai, hampir ratusan dari jumlah ikhwan dan akhwat. Dalam hati terkejut "Subhanalloh, banyak juga yang berniat masuk ROHIS.". Acara terus berlangsung dan ane bertekad untuk terus di ROHIS.
Di ROHIS ada banyak macam acara, asik-asik, seru-seru, ada games, ada kajian islam, ada belajar qur'an, dll.
Di ROHIS kami ada banyak macam kendala. Mulai dari yang kecil seperti kesalahpahaman, sampai ke masalah yg paling diributin sejagat raya, yaitu Virus Merah Jambu AK PACARAN. Haha. Tapi al-hamdulillah ya, sesuatu deh (LAH) ga membuat ROHIS runtuh, cuman kuantitasnya aja berkurang, hehe.
Dari yang kira-kira 100 nyusut jadi 70, nyusut lagi jadi 50 sampai akhirnya hanya ter"sisa" sekitar 30 ikhwan dan kira-kira 20 akhwat. huh
Ni anak-anak ko jadi pada kabur-kaburan semangatnya. Padahal angkatan kami dinamakan Al-Hamasah karena kuantitas yang SPIRIT itu. Tapi surutnya mereka tidak membuat "SISA" itu ikut-ikutan. Angkatan kami dibimbing oleh 2 Mentor yang mengubah kami dan membimbing kami untuk jadi pengurus nantinya.
(SKIP UDAH JADI PENGURUS) niiiit.
Oh ya, berbagai masalah dan kendala satu persatu bisa diselesaikan. Masalah paling akhir yg kami dapetin itu gara-gara debat soal pacaran di Bukumuka, terus berentet ampe 100 komentar! dan itu terjadi dalam sehari! Aphaaaa (LEBAY). Hmm.
Akhirnya perkumpulan alumni menyarankan kami mengadakan acara kaya seminar gitu, diisi oleh pembicara dari alumni dan dari luar. Dari alumni pertama itu udah pernah pacaran dulu, dia nyeritain betapa menyesalnya beliau pacaran. Alumni kedua dengan bahasa mahasiswa yang tinggi berkata bahwa pacaran memang tidak ada dalam Al-Qur'an maupun Hadits, tapi kita bisa menggunakan limit (pendekatan) dimana kita punya 3 kata kunci yang diambil dari pengertian umum pacaran, yaitu Cinta, Manusia, dan (apa gitu ane lupa, haha). Alumni ketiga juga mantan pacaran, seorang akhwat, juga menceritakan pengalaman yg ga bermanfaat itu. Dan yang terakhir dari luar yaitu anak didik ulama terkenal (yang jama'ahnya keren-keren dan super banyak itu, ga usah disebut. Setelah seminar, pengurus ya ergantung hati mereka, apakah tertutup dan terus pro pacaran ataukan terbuka dengan kontra pacaran. Mereka ga bisa memaksa, hanya mengingatkan.
Begitulah ROHIS, kami tidak akan hilang walau banyak masalah menghampiri kami. Kami tidak lari dari masalah, tapi kami akan menghadapi masalah tersebut sampai selesai. Udah ya cape ngetik, ups haha. Lebih kurangnya mohon maaf bila ada salah kata. Was-Salaamu 'alaykum.
Suatu saat dimana ane disodorkan angket ekskur sekolah kami, tertujulah mata pada ROHIS. Awalnya lihat di Gebyar Ekskur, ROHIS menunjukkan performa marawisnya, ane pikir itu memang cukup menjadi simbol keROHISan. hehe.
Awal masuk ROHIS ada yang namanya Grand Opening, suasana terasa ramai, hampir ratusan dari jumlah ikhwan dan akhwat. Dalam hati terkejut "Subhanalloh, banyak juga yang berniat masuk ROHIS.". Acara terus berlangsung dan ane bertekad untuk terus di ROHIS.
Di ROHIS ada banyak macam acara, asik-asik, seru-seru, ada games, ada kajian islam, ada belajar qur'an, dll.
Di ROHIS kami ada banyak macam kendala. Mulai dari yang kecil seperti kesalahpahaman, sampai ke masalah yg paling diributin sejagat raya, yaitu Virus Merah Jambu AK PACARAN. Haha. Tapi al-hamdulillah ya, sesuatu deh (LAH) ga membuat ROHIS runtuh, cuman kuantitasnya aja berkurang, hehe.
Dari yang kira-kira 100 nyusut jadi 70, nyusut lagi jadi 50 sampai akhirnya hanya ter"sisa" sekitar 30 ikhwan dan kira-kira 20 akhwat. huh
Ni anak-anak ko jadi pada kabur-kaburan semangatnya. Padahal angkatan kami dinamakan Al-Hamasah karena kuantitas yang SPIRIT itu. Tapi surutnya mereka tidak membuat "SISA" itu ikut-ikutan. Angkatan kami dibimbing oleh 2 Mentor yang mengubah kami dan membimbing kami untuk jadi pengurus nantinya.
(SKIP UDAH JADI PENGURUS) niiiit.
Oh ya, berbagai masalah dan kendala satu persatu bisa diselesaikan. Masalah paling akhir yg kami dapetin itu gara-gara debat soal pacaran di Bukumuka, terus berentet ampe 100 komentar! dan itu terjadi dalam sehari! Aphaaaa (LEBAY). Hmm.
Akhirnya perkumpulan alumni menyarankan kami mengadakan acara kaya seminar gitu, diisi oleh pembicara dari alumni dan dari luar. Dari alumni pertama itu udah pernah pacaran dulu, dia nyeritain betapa menyesalnya beliau pacaran. Alumni kedua dengan bahasa mahasiswa yang tinggi berkata bahwa pacaran memang tidak ada dalam Al-Qur'an maupun Hadits, tapi kita bisa menggunakan limit (pendekatan) dimana kita punya 3 kata kunci yang diambil dari pengertian umum pacaran, yaitu Cinta, Manusia, dan (apa gitu ane lupa, haha). Alumni ketiga juga mantan pacaran, seorang akhwat, juga menceritakan pengalaman yg ga bermanfaat itu. Dan yang terakhir dari luar yaitu anak didik ulama terkenal (yang jama'ahnya keren-keren dan super banyak itu, ga usah disebut. Setelah seminar, pengurus ya ergantung hati mereka, apakah tertutup dan terus pro pacaran ataukan terbuka dengan kontra pacaran. Mereka ga bisa memaksa, hanya mengingatkan.
Begitulah ROHIS, kami tidak akan hilang walau banyak masalah menghampiri kami. Kami tidak lari dari masalah, tapi kami akan menghadapi masalah tersebut sampai selesai. Udah ya cape ngetik, ups haha. Lebih kurangnya mohon maaf bila ada salah kata. Was-Salaamu 'alaykum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Bagi yang mau berkomentar, kritik, saran, dsb dimohon menampilkannya dibawah ini (kritik akan lebih membangun kami menjadi lebih baik)